CIRI DAN TAHAPAN NEGARA MAJU DAN
NEGARA BERKEMBANG
A. Pengertian serta Tahapan Negara Maju
dan Negara Berkembang
Ada beberapa pengertian negara maju
dan negara berkembangn yang disampaikan oleh beberapa ahli. Namun perlu
diketahui juga bahwa suatu negara untuk berkembang menjadi maju melalui
tahapan-tahapan tertentu. Bagaimana tahapan–tahapan suatu negara hingga
berkembang menjadi negara maju, ikuti penjelasan setelah pengertian negara maju
dan berkembang berikut!
1. Pengertian Negara Maju dan
Berkembang
Ada beberapa dasar atau kriteria
untuk mengelompokkan suatu negara menjadi negara maju dan negara berkembang.
Salah satu di antaranya yaitu berdasarkan kemajuan yang telah dicapainya, yang
meliputi: tingkat kekayaan dan kemajuannya.
Berdasarkan tingkat kekayaan dan
kemajuannya negara dikelompokkan menjadi dua, yaitu: negara maju dan negara
berkembang. Selain dua istilah tersebut ada pengelompokkan negara lain,
yaitu: negara terbelakang, negara belum berkembang, negara
berkembang atau negara sedang berkembang. Istilah-istilah lain
tersebut merupakan sebutan untuk negara-negara yang miskin atau kurang
kecukupan. Sedangkan untuk negara-negara yang telah maju dan berkecukupan,
disebut negara maju, negara telah berkembang atau negara lebih
berkembang.
Ada lagi dasar pengelompokkan negara yaitu atas dasar
politik dan keadaan ekonominya. Berdasarkan politik dan keadaan ekonominya
negara-negara di dunia dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Negara Dunia Pertama
Negara dunia pertama adalah kelompok negara-negara
dengan corak ekonomi pasar. Negara-negara kelompok ini juga disebut negara
kapitalis atau dunia barat, contoh: Inggris. Prancis, Jerman, dan sebagainya.
b. Negara Dunia Kedua
Negara dunia kedua adalah kelompok negara-negara
dengan ekonomi terencana secara sentral atau memusat. Negara-negara kelompok
ini adalah blok komunis atau kubu sosialis, contoh: Uni Sovyet (Rusia), Cina,
dan sebagainya.
c. Negara Dunia Ketiga
Negara dunia ketiga adalah kelompok negara-negara yang
lebih miskin. Negara-negara kelompok ini baru saja merdeka dari penjajahan
negara-negara maju, contoh: Indonesia, Malaysia, India, dan sebagainya.
Selain yang telah dijelaskan di
depan, masih ada istilah-istilah untuk mengidentifikasikan atau mengelompokkan
negara-negara berdasarkan kemajuannya, yaitu: negara-negara Utara dan
negara-negara Selatan. Istilah ini muncul sejak diterbitkannya buku yang
berjudul “Utara Selatan” tahun 1980. pengertian negara Utara dan negara selatan
menurut buku tersebut yaitu:
a. Negara Utara
Negara Utara adalah sebutan untuk kelompok
negara-negara kaya atau telah berkembang atau negara maju. Negara-negara
tersebut disebut negara Utara karena kebanyakan atau sebagian besar berada di
belahan bumi Utara, contoh: negara Inggris, Jerman dan Perancis di Benua Eropa,
Amerika Serikat dan Kanada di Benua Amerika Utara.
b. Negara Selatan
Negara Selatan adalah sebutan untuk negara-negara
miskin, belum berkembang atau sedang berkembang. Kelompok negara-negara ini
disebut negara Selatan sebab sebagian besar atau kebanyakan terdapat di belahan
bumi Selatan, seperti di Benua Afrika, Asia Selatan dan Tenggara, dan Amerika
Tengah serta Amerika Selatan.
Istilah-istilah kelompok negara yang
disampaikan di depan, pada dasarnya untuk mengelompokkan negara maju dan negara
yang belum maju atau negara berkembang. Padahal sebenarnya untuk mengelompokkan
negara maju dan negara berkembang dasarnya tidak hanya kekayaan, kemajuan dan
pendapatan. Lalu apakah yang dimaksud dengan negara maju dan negara berkembang
yang sebenarnya?
Bertolak dari kegiatan pembangunan
yang dilaksanakan, kita dapat mengartikan pengertian negara maju dan negara
berkembang sebagai berikut:
a. Negara maju adalah negara yang telah berhasil
melaksanakan pembangunan mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan
b. Negara berkembang adalah negara yang sedang
giat-giatnya melaksanakan pembangunan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Pengertian negara maju dan negara
berkembang tersebut dasarnya adalah keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan.
Sedangkan pembangunan mencakup segala bidang kehidupan baik secara fisik maupun
non fisik, maka tolok ukur negara maju atau negara berkembang juga mencakup
segala bidang kehidupan. Untuk mengetahui keberhasila pembangunan atau maju tidaknya
suatu negara berdasarkan pengertian di atas, digunakan acuan-acuan sebagai
berikut:
a. Peningkatan Pendapatan
b. Penurunan Jumlah Masyarakat Miskin
c. Penurunan Ketimpangan Penerimaan Pendapatan
d. Penurunan Kesenjangan Hidup
e. Penurunan Angka Kematian Bayi
f. Penurunan Buta Huruf
g. Penurunan Pertumbuhan Penduduk
Selain acuan-acuan atau ukuran
tersebut, masih ada lagi acuan atau ukuran untuk menentukan keberhasilan
pembangunan atau kemajuan negara. Acuan atau tolok ukur yang dimaksud
disampaikan oleh UNRISD (United Nations Research Institute for Social
Development). Menurut UNRISD, tolok ukur untuk menentukan keberhasilan
pembangunan atau kemajuan suatu negara meliputi:
a. Tingkat Harapan Hidup
b. Konsumsi Protein Hewani
c. Persentase Anak-anak Belajar di SD dan SMP
d. Persentase Anak-anak Belajar di Kejuruan
e. Jumlah Surat Kabar
f. Jumlah Telepon dan Radio
g. Persentase Penduduk yang Diam di Kota
h. Persentase Penduduk Dewasa di Sektor Pertanian
i. Persentase Angkatan Kerja di Bidang Jasa dan Industri
j. Konsumsi Listrik dan Energi per Kapita dan i. Pendapatan
per Kapita Nasional Meningkat
2. Tahap Perkembangan Negara
Suatu negara termasuk Indonesia jika
dilihat dari sejarah perkembangannya berawal dari kondisi yang miskin kemudian
mengalami kemajuan-kemajuan dari waktu ke waktu hingga menjadi negara
berkembang atau negara maju. Dengan kata lain, setiap negara sejak lahir atau
ada sampai saat ini mengalami tahap-tahap perkembangan tertentu. Teori tentang
perkembangan negara ini disampaikan oleh W.W. Rostow, dia menyampaikan
pendapatnya bahwa perkembangan negara dari negara miskin menjadi negara maju
melalui tahapan-tahapan tertentu. Menurut Rostow ada lima tahap yang harus
dilalui suatu negara untuk berkembang dari negara miskin menjadi negara maju.
Kelima tahapan perkembangan negara yang dimaksud yaitu:
Masyarakat tradisional à prakondisi lepas landas à lepas landas à gerak menuju kematangan à konsumsi tinggi
a. Tahap Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional atau primitif merupakan tahap
awal perkembangan suatu negara sebelum berkembang menjadi negara lebih maju.
Masyarakat primitif atau masyarakat tradisional memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
1) Belum produktif, artinya belum bisa menghasilkan
sendiri apa yang dikonsumsi mereka hanya mengambil dari alam
2) Cara hidupnya masih primitif dan dipengaruhi oleh
pemikiran yang tidak masuk akal atau irasional
3) Kebiasaan hidup yang dilakukan bersifat turun-temurun,
jadi sangat sulit menerima sesuatu yang dari luar
4) Belum ada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi,
bahkan mengenal saja kadang belum
5) Masyarakat sebagian besar bekerja di sektor pertanian,
sektor-sektor yang lain belum berkembang apalagi menjadi perhatian
6) Hubungan keluarga dan kesukuan masih sangat erat
7) Gerakan atau perpindahan penduduk masih sangat kecil,
dan sebagainya
Contoh negara-negara pada tahap tradisional ini adalah
negara-negara miskin yang sebagian besar tersebar luas di Benua Afrika.
b. Tahap Prakondisi Lepas Landas
Tahap kedua perkembangan suatu negara menurut W.W.
Rostow yaitu tahap sebelum atau prakondisi lepas landas. Tahap prakondisi lepas
landas artinya negara dalam keadaan sedang menggeliat mengadakan
perubahan-perubahan manuju ke arah kemajuan. Pada tahap prakondisi lepas landas
ini, W.W. Rostow membedakan negara menjadi dua, yaitu:
1) Negara yang mengalami perubahan dari masyarakat
tradisional menuju masyarakat modern. Kelompok negara-negara jenis ini adalah
negara-negara di Eropa, Asia, Amerika Latin dan Afrika.
2) Negara yang mengalami perubahan langsung menuju
masyarakat modern, tanpa melalui tahap masyarakat tradisional. Negara-negara
yang termasuk kelompok ini antara lain: Amerika Serikat, Kanada, Australia dan
Selandia Baru.
Ada beberapa ciri yang menandai kelompok negara-negara
pada tahap prakondisi lepas landas, yaitu:
1) Masyarakat mulai merubah teknologinya ke arah yang
lebih produktif dan efisien
2) Budaya masyarakat sudah lebih produktif, sebagian
pendapatan masyarakat ditabung di lembaga-lembaga yang produktif (bank)
3) Para pengusaha yang ada di negara tersebut, mulai
memperluas usahanya mengolah sumber daya alam yang ada
4) Kegiatan ekonomi terus bergerak ke arah kemajuan,
meskipun masih bercorak agraris atau bergerak di sektor pertanian
c. Tahap Lepas Landas
Tahap perkembangan negara yang ketiga menurut Rostow
yaitu tahap lepas landas. Negara pada tahap lepas landas ditandai dengan
keadaan-keadaan negara sebagai berikut:
1) Kegiatan produksi terus berkembang sehingga
pertumbuhan ekonomi cukup berarti
2) Terciptanya pembaharuan-pembaharuan di berbagai sektor
ke arah yang lebih produktif dan efisien
3) Akumulasi atau berkumpulnya modal semakin besar
4) Sektor industri menjadi memimpin dan memacu
pertumbuhan ekonomi
5) Pendapatan nasional dan pendapatan per kapita terus
bertambah.
Contoh negara pada tahap lepas landas adalah negara-negara
industri seperti: Jepang, Korea Selatan, Singapura, Belanda dan negara-negara
Eropa lainnya.
d. Tahap Gerak Menuju Kematangan
Tahap keempat perkembangan negara menurut Rostow yaitu
tahap gerak menuju kematangan. Negara pada tahap gerak menuju kematangan
menurut W.W. Rostow ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:
1) Kegiatan ekonomi tumbuh secara teratur dan terus
menerus
2) Penggunaan teknologi modern sudah meluas
3) Kira-kira 10% sampai 20% pendapatan nasional diinvestasikan
4) Struktur ekonomi terus mengalami perubahan ke arah
yang lebih baik
5) Industri-industri modern mulai berkembang ke arah
industri hulu yang padat modal
Beberapa contoh negara dalam tahap gerak menuju
kematangan ini adalah negara-negara industri besar dan maju seperti: Amerika
Serikat, Jerman, Perancis, Inggris, Belanda dan sebagainya.
e. Tahap Konsumsi Tinggi
Tahap konsumsi tinggi menurut Rostow merupakan puncak
perkembangan negara. Negara pada tahap konsumsi tinggi ini, ditandai dengan
gejala-gejala sebagai berikut:
1) Industri terus berkembang menuju produksi yang tahan
lama dan jasa keahlian (ekspert)
2) Pendapatan per kapita sampai pada tingkat tertinggi
3) Kebutuhan pokok sampai kebutuhan yang bersifat
sekunder serta tersier sudah dapat terpenuhi dengan mudah
Contoh negara pada tahap konsumsi tinggi ini masih
sangat terbatas, antara lain mungkin baru Inggris, Jerman, Amerika Serikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar